Pengajuan Cuti Pegawai
Selamat datang di halaman Pengajuan Cuti.Halaman ini disediakan untuk memudahkan Pegawai dalam mengajukan berbagai jenis cuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan:
| Jenis Cuti | Keterangan |
|---|---|
| Cuti Tahunan | – Diberikan setelah bekerja 1 tahun terus-menerus – Maksimal 12 hari kerja per tahun |
| Cuti Besar | – Setelah bekerja 5 tahun terus-menerus – Maksimal 3 bulan – Tidak berhak cuti tahunan di tahun yang sama – Jika diambil < 3 bulan, sisa hangus |
| Cuti Sakit | – Diberikan jika sakit 1 hari sampai dengan 14 hariĀ wajib ada Surat Keterangan Dokter – Jika melebihi dari 14 Hari Wajib Melampirkan Surat Rekam Medis dari Dokter Pemerintah – Maksimal 1 tahun, bisa diperpanjang 6 bulan – Gugur kandungan: maks. 1,5 bulan |
| Cuti Melahirkan | – Maksimal 3 bulan untuk anak ke-1 s/d ke-3 – Anak ke-4 dan seterusnya: menggunakan cuti besar (tidak bisa ditangguhkan) |
| Cuti Karena Alasan Penting | – Diberikan untuk alasan khusus seperti:
– Maksimal 1 bulan |
| Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN) | – Setelah bekerja 5 tahun – Untuk alasan pribadi mendesak (ikut tugas suami/istri, program hamil, merawat keluarga) – Maksimal 3 tahun, bisa diperpanjang 1 tahun |
| Cuti Bersama | – Ditetapkan melalui Keputusan Presiden – Tidak mengurangi cuti tahunan |
Permohonan cuti harus dilakukan secara tertulis dan disertai dokumen pendukung sesuai jenis cutinya.
CLTN bersifat tanpa penghasilan, namun tetap tercatat sebagai PNS.
| Jenis Cuti | Keterangan |
|---|---|
| Cuti Tahunan | – Diberikan setelah bekerja min. 1 tahun terus-menerus – Maksimal 12 hari kerja per tahun – Jika belum 1 tahun, bisa diberikan maks. 6 hari kerja untuk kondisi darurat (kematian, sakit keras keluarga inti, atau pernikahan pertama) |
| Cuti Sakit | – Diberikan jika sakit 1 hari sampai dengan 14 hariĀ wajib ada Surat Keterangan Dokter – Jika melebihi dari 14 Hari Wajib Melampirkan Surat Rekam Medis dari Dokter Pemerintah – Maksimal 30 hari kerja per tahun – Jika belum sembuh, bisa diberikan tambahan 30 hari kerja satu kali lagi |
| Cuti Melahirkan | – Sama dengan PNS – Diberikan maksimal 3 bulan untuk kelahiran anak ke-1 sampai ke-3 |
| Cuti Bersama | – Mengikuti ketentuan cuti bersama PNS – Tidak mengurangi jatah cuti tahunan |
PPPK tidak memiliki hak atas jenis cuti berikut:
Cuti Besar
Cuti Karena Alasan Penting
Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN)
Selama menjalani cuti, PPPK tetap menerima penghasilan, kecuali pada cuti yang memang tidak berhak.
Permohonan cuti harus diajukan secara tertulis dengan dokumen pendukung sesuai jenis cutinya.